Langsung ke konten utama

Ku kira....

 Karya: Ach. Iqfani

Terdengar menyebutkan namamu 
Berucap janji setia aku-pun percaya 
Ujung-ujungnya malah berdusta.

Rayuan suara manis nan indah
Membuat diri ini terperdaya tak berdaya
Aaah, ternyata malah membuat luka
Menghancurkan semua rasa

Seperti inilah manusia
Menipu-pun dihiasi dengan nama Tuhannya
Siapa lagi kalau bukan iblis sanadnya
Lagi-lagi anak Adam tercinta korbannya 

Mungkin semua alur ini 
Tuhanlah yang menetapkannya 
Atau karena kebodohan seorang hamba 
Yang tidak bisa mengira-mengira

Entah lah semua sudah terjadi
Berharap pertolongan sang ilahi 
Adalah pendorong hati 
Agar tetap semangat diri ini. 

Ya Robb padamulah kami berlindung.

                                                                           

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Tamyiz dan Bulugh

Karya : muhammad a'lal hikam Banyak orang salah memahami kata “Tamyiz” dan “Bulugh”. Seakan-akan dua kata itu sama. Padahal tak demikian. Tamyiz merupakan fase seseorang menuju bulugh, sedangkan Bulugh ialah fase terikatnya orang islam dengan hukum syara’. Mengutip dari kitab fiqh islami wa adillatuhu karya Wahba Az-Zuhaili bahwa tamyiz adalah sampainya anak pada umur 7 tahun yang ditandai dengan bisanya sang anak membedakan baik buruk, bermanfaat dan tidaknya sesuatu. Seperti makan sendiri, bisa bertransaksi jual beli dan lain sebagainya. Namun, mumayyiz (orang yang sudah tamyiz) masih dalam pengawasan orang tua atau orang dewasa. Dikarenakan masih tidak sempurna secara fisik dan akal. Adapun ketika  sudah sempurna akal dan fisiknya maka ia sudah berstatus bulugh. Adapun tanda-tanda baligh (orang yang sampai menyandang status bulugh) sebagai berikut: Ihtilam (mimpi basah) Syekh salim bin sumair dalam kitab safinatun najah mengatakan bahwa ihtilam merupakan tanda bag...

Renunganku

Karya:Ach. Iqfani Tanpamu.  Aku bisa apa,  jalanku tidak terarah, Hidupku terasa hampa.  Entahlah manusia Macam apa aku ini.  Terima kasih tuhan Engkau telah menghadirkan malam  Untuk tempat aku merenung,  memikirkan Segala kesalahan.  Dan pada akhirnya aku jatuh dan terperangkap dalam kandang kebaikan Terima kasih tuhan  engkau berkenan menghidayahkan jalan Seperti apa yang engkau firmankan dalam Al-Qur'an.